mungkin memang aku yang terlalu sibuk
terlalu sibuk menghindar
terlalu sibuk menyalahkan
terlalu sibuk berlari
terlalu sibuk mengabaikan
terlalu sibuk bertanya
terlalu sibuk bersedih
sehingga tidak menyadari semua hal krusial yang telah terjadi
hingga pada akhirnya penyesalan datang
karena masa lalu hakekatnya tidak dapat diulang
menghadirkan banyak perubahan
menjadikan pribadi yang pengecut
tidak siap dengan segala hal baru
bingung mencari tempat bersembunyi
selalu bertanya mengapa
bagaimana mungkin semua hal buruk terjadi tanpa henti
bagaimana mungkin pengecut yang dulu tak kunjung menjadi berani
bagaimana mungkin air mata tak lelah menuruni terjalnya wajah
bagaimana mungkin segala semangat tak lagi bergeming
ketika merasakan lelah yang teramat, mengapa tak juga dapat di akhiri?
kepada siapa harus berpihak?
kepada siapa harus bertanya?
kepada siapa dapat melampiaskan segala?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar