Senin, 25 Desember 2017

hidup sendiri

aku selalu memimpikan kehidupan yang sederhana

bekerja di bidang yang aku suka
memilih tempat tinggal sendiri dan hidup mandiri
mendekor ruangan yang selama ini ku impikan
bangun pagi dan keluar menuju toko roti dengan muka baru bangun tidur lalu mencium aroma roti yang baru saja selesai di panggang
mencuci bajuku sendiri dan membersihkan rumahku sendiri
belajar memasak
pergi berolah raga sendiri
mengunjungi toko buku dan membaca buku berjam-jam
pergi menonton dan belanja sendiri
kadang merasa lelah setelah bekerja dan langsung tidur tanpa peduli bau keringat sendiri

sesederhana itu
aku ingin memiliki hidupku sendiri
merencanakan dan melakukan yang ku inginkan
pergi ke berbagai tempat untuk membuat kenangan

tidak perlu orang lain
cukup diriku sendiri dan segala rencana spontan yang akan selalu muncul di kepalaku

hidupku sendiri

Sabtu, 23 Desember 2017

Aku takut
Kepada mereka
Orang-orang itu...

Tidak peduli seberapa sayang mereka padamu atau seberapa kamu menghargai mereka
Pada akhirnya mereka akan pergi...
Pada akhirnya mereka akan membuatmu terluka

Aku ingin berusaha memaafkan mereka
Aku ingin melanjutkan hidup tanpa rasa trauma
Tetapi mereka terlalu menakutkan
Sesuatu yang bernama kenangan itu lebih menakutkan

Jumat, 17 November 2017

The songs

Ketika mendengarkan lagunya hatiku sudah dibuat tersayat
Lalu aku berfikir
Kalau aku saja yang hanya menjadi pendengar bisa merasa sesakit ini,
Bagaimana dengan mereka yang telah menciptakan dan bahkan menyanyikan lagunya?
Bukankah mereka akan merasakan sayatan yang jauh lebih sakit dari yang ku rasakan?
Betapa putus asanya mereka ketika menuliskan lirik hasil lirihan hati mereka...
Setiap lagu memilik kisah di baliknya,
Perjuangan yang tidak diketahui oleh pendengarnya
Kesepian sang pencipta...

Rabu, 01 November 2017

Sang Anak

Pada suatu hari sang anak sedang asyik menonton acara kesayangannya di layar handphone miliknya, lalu tiba-tiba sang ibu menghampirinya dan berbicara banyak hal mengenai harapan-harapan sang orang tua kepada anaknya serta kekecewaan mereka terhadap sang anak. Terkesan memojokkan sang anak bahkan berkata bahwa mereka sudah lelah karena merasa sulit untuk mengatur sang anak.

Tidak banyak yang dilakukan sang anak, hanya diam sambil memainkan buah lemon di tangannya. Sedikit merasa bersalah dan menyesal atas sikap-sikapnya selama ini namun juga merasa tidak adil karena harus mendengar pembicaran semacam itu dari orang tuanya, karena menurutnya sang orang tua terlalu menekannya dan membedakan perlakuan antara dia dan kakaknya. Sehingga dia merasa bahwa orang tuanya hanya tegas terhadapnya namun tidak berlaku pada sang kakak. Dia pun merasa selama ini sudah banyak berusaha dan membuktikan bahwa dia mampu melakukan yang terbaik melebihi yang kakaknya lakukan. Namun yang dia peroleh bukanlah kepuasan sang orang tua namun justru tuntutan-tuntutan lainnya yang harus dia penuhi.

Jika sudah seperti ini yang dapat dilakukan sang anak hanyalah masuk kamar sambil mendengarkan lagu-lagu idolanya, tentu saja sambil menahan tangis. Sambil mendengarkan lagu-lagu itu dia berfikir "bagaimana mungkin idolanya lebih mengerti tentang dirinya dibanding kedua orang tuanya" "bagaimana bisa idolanya lebih sering menyemangatinya dibanding kedua orang tuanya" "bagimana bisa seseorang yang bahkan belum pernah dia temui dan hanya dia kagumi lewat layar lebih memahami kesedihan hatinya dibanding kedua orang tuanya". Dia selalu berterima kasih kepada idolanya karena telah menciptakan lagu-lagu indah penyemangat hari-hari kelamnya, dia tahu bahwa dia sangat menyayangi idolanya itu. Bukan berarti dia tidak menyayangi orang tuanya, hanya saja dia membutuhkan orang lain yang mau memahami dirinya tanpa syarat. Seperti idolanya yang menyampaikan perasaannya melalui lagu-lagu mereka.

Dia paham bahwa ketika orang tuanya memilikinya, mereka mempunyai banyak harapan yang mereka letakan di atas pundak bayi kecil mereka. Namun dia juga memiliki pengharapan-pengharapannya sendiri untuk hidupnya. Dia juga memiliki hak untuk memilih jalan yang ingin dia tempuh. Dia tahu saat ini dia sedang mengalami dilema. Antara memenuhi harapan-harapan kedua orang tuanya, atau memilih jalannya sendiri dan berjuang untuk menggapai pengharapan-pengharapan miliknya yang selama ini dia impikan. Kemana dia harus mencari jawaban...

Minggu, 29 Oktober 2017

Note to self

Tak apa jika kau ingin menangis, atau bahkan sudah menangis
Tak apa jika hanya kenangan menyedihkan yg kau ingat
Tak apa jika kau seringkali merasa kesepian
Tak apa jika kau pernah memendam kebencian
Tak apa jika kau pernah berfikir untuk menyerah
Tak apa jika kau terlalu sering berbuat kesalahan dan mengecewakan orang lain
Tak apa jika kau ingin berhenti sejenak, bahkan kau boleh beristirahat lebih lama jika kau mau
Tak apa jika kau tumbuh menyalahi harapan orang-orang di sekelilingmu
Tak apa jika sesekali kau memiliki fikiran jahat dan bertindak egois
Tak apa jika kau sedang merasakan penyesalan karena dirimu yg terlalu lemah

Kau tahu mengapa?
Karena yg terpenting adalah dirimu sendiri
Adalah perasaanmu sendiri
Adalah keinginan dan impianmu sendiri
Adalah kenyamananmu sendiri

Karena ceritamu yg sesungguhnya baru saja dimulai
Tulislah dengan tinta perjuanganmu sendiri
Jangan pernah berfikir untuk mencontek cerita mereka
Yakinlah!
Ceritamu pasti akan lebih keren dan mengagumkan dibanding milik mereka

Minggu, 17 September 2017

Sabtu, 05 Agustus 2017

Random XY

Berapa kali pun aku mencoba mengerti
Tetap saja aku tak mengerti

Kata maaf yang begitu sering terucap telah menjadi hambar
Membuatnya tak lagi mengandung makna

Kepergian tanpa pamit
Sudah tahu menyakitkan
Tapi tetap saja tak bosan terulang

Mendengarkan lagu sedih
Sudah tahu membawa perih
Tetap saja tak mengganti playlist

Hal-hal yang terlihat mudah
Ketika hati ikut andil
Maka sulit adalah sinonim dari mudah

Tak perlu membuat pengumuman bahwa kau sedang bersedih
Mereka yang peduli akan menyadarinya
Dan mereka yang tak peduli hanya akan menjadi bagian yang sekedar lewat dalam hidupmu
Maka biarkan mereka lewat, jangan dihalangi
Jangan membuang energi untuk suatu yang sia-sia

Selasa, 25 Juli 2017

Mereka

Mereka selalu mengeluh ketika aku tidak ada di sisi mereka saat mereka bersedih
Mereka selalu berteriak bahwa mereka sendirian, tidak ada yg peduli
Mereka selalu berkata bahwa tak seorang pun dapat memahami mereka
Haha
Memangnya mereka dapat memahami luka orang lain?
Memangnya mereka selalu hadir saat orang lain terjatuh?
Bisa bisanya mereka menuntut hal yang bahkan mereka pun tak mampu melakukannya
Oh
Itulah sebabnya kita tidak boleh berharap pada manusia
Karena manusia itu lemah
Yang paling parah
Manusia itu egois

Rabu, 12 April 2017

Random XX

mungkin memang aku yang terlalu sibuk

terlalu sibuk menghindar
terlalu sibuk menyalahkan
terlalu sibuk berlari
terlalu sibuk mengabaikan
terlalu sibuk bertanya
terlalu sibuk bersedih

sehingga tidak menyadari semua hal krusial yang telah terjadi
hingga pada akhirnya penyesalan datang
karena masa lalu hakekatnya tidak dapat diulang

menghadirkan banyak perubahan
menjadikan pribadi yang pengecut
tidak siap dengan segala hal baru
bingung mencari tempat bersembunyi
selalu bertanya mengapa

bagaimana mungkin semua hal buruk terjadi tanpa henti
bagaimana mungkin pengecut yang dulu tak kunjung menjadi berani
bagaimana mungkin air mata tak lelah menuruni terjalnya wajah
bagaimana mungkin segala semangat tak lagi bergeming

ketika merasakan lelah yang teramat, mengapa tak juga dapat di akhiri?
kepada siapa harus berpihak?
kepada siapa harus bertanya?
kepada siapa dapat melampiaskan segala?

Rabu, 01 Maret 2017

Masih Belajar

-sedang dalam keadaan mood positive-

seperti yang dikatakan oleh banyak orang bijak
bahwasanya hidup memang tentang belajar
jangan pernah merasa cukup memiliki ilmu
apalagi kalau ilmu yang kita miliki hanya seputar rumus matematika atau tentang korelasi hubungan dan cara berkomunikasi yang baik
masih dangkal sekali ilmu yang dimiliki
ketika ditanya bagaimana dengan ilmu agamamu?
bagaimana dengan aplikasi ilmu-ilmu yang sudah didapat?
bagaimana jalinan silaturahmi mu dengan saudara dan sahabatmu?
atau yang paling sederhana
bagaimana komunikasimu dengan orangtua?
atau mungkin yang paling dasar
bagaimana ibadahmu?

bahkan cara memelihara hubungan sesama manusia pun masih perlu belajar
-ngomongin diri sendiri-
bohong kalau kita katakan tidak pernah berburuk sangka pada orang lain
bohong kalau kita katakan tidak pernah merasa kesal pada orang lain
bohong kalau kita katakan tidak pernah merasa putus asa
karena itu adalah hakikatnya manusia
manusia ya penuh dengan kekurangan
penuh dengan rasa dengki dan iri
penuh dengan kejelekan

justru itu
karena sudah tahu bahwa kita jauh dari kata sempurna
menjadi alasan untuk kita terus dan jangan bosan belajar
konotasi belajar kan bukan hanya tentang memecahkan soal-soal matematika
atau tentang mengisi essay sosiologi dengan baik

memahami permasalahan orang lain
menjadi seseorang yang berusaha selalu ada untuk yang membutuhkan
berbuat baik kepada sesama
menghormati orang tua
menyayangi yang lebih muda
semua itu juga ilmu
ilmu yang masih dan sangat perlu kita pelajari
ketika sudah dapat ilmunya bukan berarti berhenti belajar
justru masuk ke tahap selanjutnya
yaitu pengaplikasian ilmu
sebaik-baik manusia adalah yang  bermanfaat bagi sesama
meski di mata orang lain kita masih banyak kekurangan
yang penting kita sudah memberikan maksimal
toh kita memang tidak bisa memastikan apalagi memaksa agar semua orang menyukai kita
sebaik-baik manusia, pasti akan ada yang membencinya
namun itu bukan menjadi prioritas bukan?
ketika lebih banyak orang yang akan tersenyum karena perbuatan baik kita
kenapa harus mempermasalahkan sedikit orang yang bahkan tidak tahu nama kita namun seenaknya men-judge

sebenarnya tidak bermaksud menasihati, namun jika tulisan ini terlihat seperti itu maka saya minta maaf hehe. karena sebenarnya ini di tulis dengan tujuan agar menjadi pengingat bagi diri sendiri.