Aku merasa harus bisa memahami diriku sendiri, itu sebabnya aku mencoba mencari tahu apapun tentang diriku.
Apa yang aku sukai, apa yang aku benci, apa yang membuatku nyaman, apa yang membuatku tidak nyaman, dan sebagainya.
Namun semakin dalam aku mencari tahu rasanya aku semakin takut.
Aku takut pada diriku sendiri.
Aku takut tidak bisa menghadapinya.
Rasanya seperti tersedot kedalam lubang hitam yang kutemukan di dalam diriku sendiri.
Lalu aku menjadi ragu, haruskah aku meneruskan perjalanan mencari tahu dan memahami diri sendiri ini ataukah sebaiknya aku berhenti sampai disini.
Sungguh, aku takut menemukan fakta bahwa ada yang tidak beres dengan diriku.
Senin, 07 Oktober 2019
Minggu, 15 September 2019
Allah Maha Baik
Amat sangat bersyukur dulu Allah tidak mengabulkan doa-doa dan ucapan-ucapan buruk yang terlontar dari diri ini. Kalau tidak pasti saat ini aku sedang merasakan penyesalan tak berujung.
Kamis, 18 Juli 2019
My Identity?
Aku sedang dalam perjalanan untuk dapat lebih memahami diriku sendiri
Aku tidak tahu apakah ini berjalan dengan baik atau tidak
Tapi ini semua menjadi semakin membingungkan
Aku tidak tahu apakah aku termasuk manusia baik atau manusia jahat
Terkadang aku bisa menangis hanya karna melihat foto orang lain yang kurang beruntung
Tetapi kadang aku juga bisa berfikir untuk mengorbankan orang lain demi kepentinganku sendiri
Entahlah
Sepertinya aku justru semakin tersesat
Senin, 24 Juni 2019
please throw me to the bin
Ternyata sulit sekali rasanya membenci diri sendiri
Akan lebih baik jika aku memiliki orang lain untuk dibenci, untuk disalahkan
Namun yang kupunya hanya diriku
Semua kesalahan berasal dari diriku
Karena itu aku benci diriku
Yang paling aku benci dari membenci diriku adalah aku tidak bisa meluapkan amarah pada diriku sendiri
Akhirnya hanya bisa menangis dan semakin membenci diriku
Tak berguna!
Senin, 18 Februari 2019
Kalut
Jangan menghubungi siapapun
Jangan melakukan apapun
Jangan memikirkan apapun
Jangan.
Karena saat ini sang kalut yang sedang mengambil kontrol atas dirimu
Maka,
Berdiam dirilah
Kamu hanya bisa meratap
Menangislah sendirian
Kamu hanya punya dirimu
Bahkan kadang dirimu bukan punyamu
Kamu bukan siapa siapa
Kamu tidak berdaya
Tahu dirimu!
-otak kepada hati-
Jumat, 01 Februari 2019
Bioskop
Apakah kamu pernah pergi ke bioskop dan asal memilih film yang sebenarnya tidak terlalu kamu ketahui, lalu masuk ke dalam sinema dan menemukan bahwa tidak banyak orang yang menonton film itu. Kamu duduk di bangku mu, dengan perasaan yang amat kacau dan segudang pertanyaan di kepala tentang hidupmu. Kamu datang ke bioskop bukan untuk menonton film, kamu pergi untuk melarikan diri sejenak. Pada akhirnya kamu tidak memperhatikan jalan ceritanya dengan baik dan justru mulai menangis, kamu bersyukur disana gelap dan tidak banyak orang sehingga tidak ada yang sadar kamu sedang menangis sambil menonton film yang ternyata memiliki alur cerita yang lucu. Setelah beberapa saat menangis kamu mulai merasa tenang dan mulai memperhatikan filmnya, ternyata jalan ceritanya menarik. Tak hanya lucu namun banyak pelajaran moral dan kehidupan di dalamnya, akhirnya kamu pun mulai bisa tertawa. Setelah film selesai kamu akan berfikir, mungkin semesta memang sengaja menuntun langkahmu ke dalan sinema yang memutar film yang sebenarnya tidak kamu terlalu ingin tonton. Untuk memberikan kamu waktu menyendiri, waktu untuk menangis, dan waktu untuk menikmati film yang awalnya tidak kamu minati namun mengandung banyak makna dan sedikit banyak menghiburmu sekaligus memberikan jawaban samar atas segala pertanyaanmu. Dan kamu mulai bersyukur telah tersesat pada jalan yang bermakna.
Orang-orang menyebutnya dengan 'Takdir'.
Ps : kamu adalah aku