Rabu, 30 Desember 2015

Lihatlah lebih dekat

Ada begitu banyak hal di dunia ini yang akan membuatmu terkecoh
Begitu pun hal yang akan membuatmu tidak yakin dengan dirimu sendiri
Bahkan kau akan menemui saat dimana dirimu harus menggunakan topeng
Tapi tak apa

Kau hanya perlu mengetahui bahwa Tuhan itu adil
Bahwa dunia tidaklah sekejam itu
Bahwa di sampingmu akan selalu ada orang-orang yang mencintaimu
Kau hanya perlu menyadari semua itu
Ya. Kau hanya perlu melihat dunia dari sisi yang lain
Sisi yang lebih positif
Maka, lihatlah lebih dekat dan kau akan mengerti

Selasa, 15 Desember 2015

Panopticon

Ada filsuf sekaligus sejarahwan bernama Foucault yang menulis bahwa lingkungan masyarakat bagaikan penjara legendaris bernama `panopticon`.Dalam `panopticon`, kau diawasi terus-menerus, tapi kau tidak pernah benar-benar yakin apa ada yang sedang mengawasimu atau tidak, jadi kau akhirnya terpaksa mengikuti semua aturan yang ada.

Minggu, 06 Desember 2015

Sedang ada pertengkaran di dalam diriku
Mengenai apa yg harus dan tidak harus aku lakukan
Aku tidak ingin menamai ini dengan 'galau'
Karena aku tidak pernah menyukai penggunaan kata itu
Anggap saja ini sebagai 'proses pendewasaan diri'
Tapi mengapa proses pendewasaan diri itu selalu berat untuk dijalani?

Setiap orang berhak mendapatkan seseorang yang mampu membuatnya lupa kalau dulu ia pernah begitu terluka. Tak peduli betapa kelam masa lalunya -mbeeer-

Minggu, 29 November 2015

lagi-lagi aku menemukanmu

aku tidak akan berbuat banyak
karena aku telah memastikan satu hal
bahwa kau masih hidup
dan itu sudah lebih dari cukup

aku tidak akan lagi peduli tentang bebanmu
aku tidak akan lagi memikirkan kebahagiaanmu
aku tidak akan lagi membiarkanmu merusak kepercayaanku
tidak untuk kesekian kalinya

karena kita kini telah menjadi orang asing
meski sebenarnya aku masih ingin mendengar ceritamu

Minggu, 08 November 2015

Mask

"to those who walking in the rain. they need someone to walk with them more than an umbrella."
"to those crying by themselves. more than a handkerchief, they need someone to cry on."

Jumat, 30 Oktober 2015

Sang Masa Lalu

ketika sang masa lalu terus saja datang
what should i do?

aku tidak pernah membencinya
tapi aku juga tidak ingin dia terus terngiang
itu akan membuatku sulit menatap ke depan
apalagi untuk melangkah

kenapa harus sekarang?
kenapa tidak datang ketika aku sudah membangun barikade pertahanan?
saat ini bahkan aku belum memiliki desain untuk barikade itu

dan sang masa lalu hadir kembali
membuatku lupa akan segalanya untuk sesaat
aku khawatir dia akan membuatku melupakan semuanya
tujuanku, impianku, kekuatanku
aku takut itu semua akan hilang
hanya karena sesuatu dari masa lalu

past is just past
berulang kali aku tanamkan itu dalam otak ku
tak berfungsi
kekuatan sang masa lalu terlalu besar

wahai masa depan
akan seperti apakah jadinya kau nanti?

Kamis, 22 Oktober 2015

Bisakah kau membaca ini wahai para pemimpin?

di dunia ini siapa yang dapat kita percaya?
semakin banyak aku menghadapi masalah
aku semakin sadar
bahwa tidak seorangpun peduli
tidak ada seorangpun yang dapat dipercaya
betapa lucunya dunia ini
ketika mereka yang seharusnya dapat diandalkan
justru mereka yang menikam paling dalam
semakin banyak kasus yang aku dalami
semakin aku mengerti
tidak ada satupun orang baik didunia ini
mereka yang melakukan kebaikan selalu mengharapkan imbalan
para polisi itu
para tokoh masyarakat itu
orang-orang yang berkuasa itu
seharusnya mereka bisa melindungi rakyatnya
bukan....
mereka pasti bisa melindungi orang-orang tertindas
mereka hanya tidak ingin
satu hal lagi yang telah aku pelajari
bahwa semakin tinggi status seseorang
maka semakin tinggi pula posisi hatinya
yang artinya bagi orang-orang terbawah itu tidak akan mampu mencapai tingginya hati mereka
bahkan hanya untuk sekedar mengetuknya
betapa lucu
semakin tinggi orang-orang itu
semakin gelap hatinya
semakin buta pula mereka
semakin banyak janji mereka
maka sebanyak itu pula mereka mengingkarinya
bahkan lebih dari apa yang mereka janjikan
semakin banyak yang aku ketahui
semakin aku kecewa
semakin aku ingin tertawa
seharusnya aku tidak pernah tahu
bukan...
seharusnya aku tidak pernah peduli, just like the others
karena pada aplikasinya
orang kecil itu selalu salah dan tertindas


-anggap saja ini sebagai celotehan seorang mahasiswi yang berlagak peduli pada sekitarnya-

Senin, 19 Oktober 2015

Sapaan Terakhir

Annyeong! Jaljinaeseo?
It’s been a long time since you’ve gone
Heng bulan januari ya kita terakhir berinteraksi?
Lalu tiba-tiba saja kau seperti tak pernah ada di dunia ini
Menghilang. Tak meninggalkan jejak
Lebih ringankah bebanmu?
Lebih bahagiakah dirimu?
Jujur saja aku sudah tak ingin berharap
Aku tak akan meminta kamu kembali
Hanya saja mungkin kamu bisa memberiku kabar yang terakhir
Bahwa kamu baik-baik saja
Bahwa kamu sudah bahagia
Bahwa beban kamu sudah berkurang
Bahwa kamu sudah tidak membutuhkan teman seperti aku lagi
Bahwa aku tak perlu lagi memikirkan tentangmu

Bahwa aku bisa berdiri tanpamu

Kamis, 01 Oktober 2015

Hujan

ternyata langit sedang menagis
bagaimana mungkin?
hati ini ikut menangis
bagi banyak orang tangisan langit itu adalah anugerah
aku berdoa
semoga tangisanku ini juga sebuah anugerah

Jumat, 18 September 2015

Lelaki Berkuda

rasanya sudah begitu sering aku mendengar tentangmu
kamu yang tidak suka berinteraksi dengan orang lain terutama wanita
kamu yang tidak suka berhubungan dengan orang baru
kamu yang hanya suka berinteraksi dengan kuda-kuda itu
mengapa?
apa masalah yang kamu miliki?
trauma apa yang kamu simpan sendiri?
tidakkah kamu kesepian?
aku sungguh peduli kepadamu
tapi maafkan aku, aku begitu penakut
aku takut untuk menyapamu lebih dulu
aku takut kamu akan menolak berteman denganku
aku ingin kamu membagi ceritamu
cerita kelam yang kamu simpan selama ini
karena aku fikir kita dapat berbagi keluh kesah
karena aku fikir kita dapat berteman baik
mungkin aku bisa memahami masalahmu
dan kamu juga bisa memahami masalahku
yang orang lain tidak mungkin mengerti
hanya orang-orang seperti kita yang dapat mengerti
semoga kamu bahagia

Rabu, 08 Juli 2015

May I be your Home?

For you, who lays in a dark room alone
Not able to love the person you love
For you, who is holding on to your heart that is collapsing in reality

Are you feeling sick anywhere? Was it hard?
Don’t worry about me, I just need you to be okay
When your heart is aching, when no one is there for you, just come here

I'll be your Home



(Roy Kim - Home)

Kamis, 04 Juni 2015

Pembenci Hujan di Kota Hujan

jum'at, 20 maret 2015
17:37

sore ini hujan turun lagi
menghadirkan kembali kisah haru yang telah lalu
menggali kembali kisah yang telah ku kubur dalam
menguak kembali luka yang hampir kering
membuatku kembali terjerembab
setelah usahaku selama ini untuk berdiri
pada akhirnya semua tiada guna
karena pada nyatanya kisah itu tidak akan pernah hilang dari ingatan
karena hujan akan selalu datang dengan semua cerita lama
dan hal lucunya adalah
aku berada di Kota Hujan...

Kamis, 07 Mei 2015

Sebuah Tulisan Seorang Amatir

“Kamu tak akan meremehkan luka seseorang jika kamu tahu seperti apa rasanya bertahan, meski kadang kamu pintar menyembunyikannya.”

Dan yang aku pahami dalam kehidupan ini adalah: setiap orang pasti pernah merasakan luka, setiap orang pasti pernah berusaha bertahan dan bahkan sampai sekarang pun masih bertahan. Jadi? Masih pantaskah kita untuk meremehkan luka orang lain? Mungkin di matamu itu adalah luka kecil ala kadarnya, tapi bisa saja ternyata itu adalah sebuah hantaman badai bertubi bagi orang yang mengalaminya. Kita tidak pernah tahu bukan sesuatu yang ada di dalam hati orang lain? Jadi, masihkan kita berhak untuk menghakimi? Tentu tidak, jika hatimu masih berfungsi sebagai mana mestinya.

“Kadang ketika lelah terus terluka, kamu memilih tuk menjauh dari segalanya. Hanya karena kamu ingin melihat siapa yang akan menghampirimu.”

Setiap orang pasti pernah mengalami penatnya kehidupan, daripada menjadi orang yang hanya bisa menghakimi dan mencibir bukankah akan jauh lebih baik jika kita menjadi suatu bagian dari kelangkaan? Dari sekian banyak orang yang menghakimi sepihak, bukan jauh lebih baik ketika kita menjadi minoritas yang menghampiri ‘sang terluka’ dan membawa kehangatan serta pengertian. Bukankah sebenarnya kita juga sedang mengharapkan kedatangan seorang minoritas itu? Daripada jenuh menunggu, mengapa bukan kita saja yang menjadi seorang minoritas itu dan berbagi hati.

“The best and most beautiful things in the world can’t be seen, heard, or even touched. They must be felt with the heart.” –Helen Keler-

Sebuah kalimat yang begitu indah bukan? Tapi tahukah kalian bahwa seorang yang mengucapkan kalimat ini adalah seorang yang buta dan tuli. Mengagumkan bukan? Mengapa bisa seorang dengan kekurangan yang dimilikinya menciptakan kalimat yang begitu menyentuh? Karena dia melihat dunia dengan hatinya, bukan dengan keserakahan indera yang manusia miliki.

Buat hatimu selembut sutra yang mendatangkan senyuman bagi orang lain, bukan batu kerikil yang menyakiti orang lain.

Rabu, 25 Maret 2015

Kehadiranmu = Ilusiku

Hari ini pun kau hadir
Dan kurasa besok atau pun lusa kau akan kembali hadir
Kau akan selalu hadir di setiap hariku
Karena aku akan selalu menghadirkan sosokmu
Meski hanya sebatas ilusiku

Kamis, 19 Februari 2015

Sehelai Daun Rapuh

kehadiranmu begitu berharga
kepergianmu begitu menyiksa

#Now Playing ; Super Junior - Don't Leave Me

kau tahu? aku adalah sehelai daun rapuh yang telah jatuh dari pohonnya. mengembara bersama angin. atau lebih tepatnya terpaksa mengikuti hembusan angin. mengapa? tentu saja karena aku terlalu rapuh. amat sangat rapuh. kerena aku tidak sanggup berdiri sendiri. karena aku tidak memiliki kekuatan. 

semenjak aku jatuh dari pohon itu, aku telah melewati banyak tempat. aku telah melalui berbagai situasi. yang terpenting adalah : aku telah keluar dari zona nyamanku. aku telah meninggalkan tempat teraman milikku. kali ini jangan tanyakan mengapa, karena aku pun tidak mengerti.

semua ini tidak pernah menjadi bagian dari mimpi-mimpiku. semua terjadi dengan amat sangat cepat. aku takut. sangat takut. 

sesaat yang lalu aku masih dengan gagah berada di atas pohon itu. lalu sesaat kemudian aku sudah berada di tengah terpaan angin. aku takut ketika membayangkan apa yang akan terjadi padaku selanjutnya. aku takut karena aku sendirian.

bisakah kau ceritakan padaku tentang apa yang akan terjadi pada daun yang rapuh ini? bertahankah? atau musnahkah? tolong ceritakan padaku tentang sehelai daun rapuh yang pernah hadir dalam hidupmu.

Senin, 05 Januari 2015

Cinta tak berbalas

Betapa tertutup dan rapuhnya cinta tak berbalas?
Meskipun cinta tak berbalas menemukan jalannya untuk masuk
Ia adalah cinta yg terperangkap di dalam dan tak mampu menemukan jalan keluar
Meskipun aku yg lebih dulu memulainya
Tanpa tahu apapun, jika suatu hari ia pergi dari hadapanku
Maka cinta itu akan berakhir tanpa ada tujuannya
Tidak memiliki kesempatan untuk menebarkan benihnya dan berbunga
Cinta yg tak pernah dibuahi layaknya benih yg terlupakan
Itulah cinta tak berbalas..
-flower boy next door-