Rabu, 07 Agustus 2013

Wajah teduh penyayat hati

Malam ini aku bertemu seorang anak laki laki bersama dengan ayahnya menjajakan kantong plastik dari satu lapak ke lapak lainnya. Ya malam ini dengan rasa terpaksa aku pergi ke sebuah pasar malam dekat rumah yg sedang ramai. Aku berkeliling dari satu lapak ke lapak lainnya yg menjual berbagai macam kebutuhan. Pada puncak rasa jenuh ini aku bertemu dengan anak luar biasa ini. Sederhana namun sangat menawan. Anak laki laki yg kuperkirakan umurnya tak jauh terpaut dibawahku. Dengan setelan kaos lengan pendek berwarna merah dan celana tiga perempat yg memiliki banyak kantong, dia bersama ayahnya menawarkan kantong plastik berkeliling pasar malam. Dapat kulihat matanya penuh hasrat ketika melihat beberapa setel baju yg kurasa cukup menarik perhatiannya. Tapi dia tidak bisa memenuhi hasratnya itu, dia dan ayahnya kesini untuk berjualan bukan untuk berbelanja. Malam ini bukan malam biasa, malam dimana takbir berkumandang menandakan bahwa esok akan terlaksana shalat ied. Malam takbir, dan dia masih harus mencari segelintir uang untuk menyambung hidupnya esok hari. Sungguh menyayat hati, ingin rasanya aku berlari memeluknya dan mengatakan 'semua akan berjalan lancar asal kau tetap semangat' tapi itu hanya akan terjadi dalam khayalku. Oh Tuhan batinku tersiksa, hati yg sudah cukup lama membeku ini akhirnya dapat kembali merasakan rasa haru hanya karena kehadiran sesosok anak laki laki yg bahkan identitasnya tak kuketahui sedikitpun. Betapa aku harus berterimakasih padanya. Sempat beberapa kali aku berpapasan dengannya. Aku menatapnya dan dia menatapku, persis seperti adegan di sinetron sinetron itu. Hanya bedanya ini bukan dengan rasa cinta melainkan dengan rasa haru. Jika aku berada dalam posisinya aku tak akan sanggup menahan rasa malu menjajakan kantong plastik itu, tapi tak kulihat rasa itu diwajahnya. Oh Tuhan betapa dustanya aku akan nikmatMu. Aku tak bisa melakukan apapun untuknya, bahkan hanya sekedar memberikan senyumanpun aku tak berani. Aku hanya bisa mendoakannya supaya mendapatkan kehidupan yg lebih layak dan saat kita bertemu lagi suatu saat nanti aku harap bisa melihat dia tertawa riang bersama teman sebayanya dan bukan menjajakan kantong plastik seperti saat ini. Banyak sekali pelajaran yg aku dapatkan hanya dengan menatapnya. Wajahnya yg teduh bisa membuatku terbius rasa nyaman saat melihatnya, kuakui untuk ukuran seorang laki laki dia cukup tampan. Tapi bukan itu yg membuatku terpana, aku merasa ada pancaran cahaya yg mengelilinginya. Kuharap dia akan selalu sesederhana sekarang dan setegar sekarang. Bahagialah kau anak laki laki berwajah malaikat, aku akan berdoa untukmu. Sampai jumpa dikehidupan yg lebih baik, bagimu dan juga bagiku...